INOVASI & RENOVASI UMAT
Melalui Bekal Pendidikan Islam Terpadu
Oleh : D. Jubaedi, Drs., M.Si. *)
Perhiasan kehidupan dunia adalah harta dan anak-anak, akan tetapi suatu amalan shaleh dan yang kekal di sisi Tuhanmu tentu lebih baik pahalanya serta lebih baik untuk menjadi harapan (QS Al-Kahfi : 46)
Menyiapkan Generasi yang handal
Bangsa sekarang untuk sementara tidak terlalu ambisi lagi dengan tersedianya para ahli teknologi dan berbagai ahli di bidang lainnya. Namun sekarang bangsa lebih dahulu merindukan generasi yang berakhlak, konsisten/istiqomah terhadap implementasi Iman dan Taqwa yang handal dan tidak setengah-setengah. Figur seperti itu dapat menjadi anutan serta akan menjadi abdi bangsa yang jujur dan handal sehingga mampu menyelamatkan nasib bangsa
Hal di atas cukup beralasan karena kini kondisi bangsadilanada carut marut di berbagai bidang (krisis kepercayaan) dengan mewabahnya berbagai penyakit sosial benar-benar telah dipertontonkan oleh para aparat pemerintah dan para politisi dari tingkat akar rumput (grasroot). Kepercayaan masyarakat kepada para abdi negara ini kian menipis, bahkan panutan-panutan umat yang karena banyak yang terombang-ambing pergaulan anak bangsa yang satu sama lain saling memangsa dengan berbagai praktek Korupsi, Nepotisme, Koncoisme dengan mengabaikan jati diri dan prestasi anak bangsa.
Yang jujur termarginalkan oleh kebohongan dan tipu daya. Yang berprestasi terpinggirkan oleh berbagai bentuk ketidak adilan dan keambisian. Hidup itu memang bagaikan Sandiwara. Kata Super star Rhoma Irama ”Yang betul dipenjara, yang salah tertawa….Orang sudah tidak malu lagi dengan prilakunya yanmg salah, cengangas cengenges.. rasanya diri tak punya salah.
Melihat kondisi yang semakin jauh membawa kepada kritis moral seperti ini, tidaklah akan bermuluk-muluk harapan para orang tua remaja dalam hal tuntutan-tuntutan dan gaya hidup modern dengan segala skill modernisasinya.
Namun hampir sebagian besar para orang tua begitu rindu akan ”terproteksi putra-putrinya yang remaja, agar tidak terbawa arus yang membawa kepada kebobrokan moral”. Bagaimana agar putra putrinya mendapat pergaulan yang baik dan Islami. Bagaimana agar para putra putrinya tidak salah memanfaatkan sarana-sarana teknologi canggih. Kini sudah terlalu banyak contoh korban-korban akibat dampak internet, facebook dan berbagai media visual dan audio visuial lainnya.
Pandangan Ahli Administrasi Publik Muslim
Mohammad Al-Buraey, dalam buku karyanya “Administrative Development : an Islamic Perspective” ia mengatakan bahwa untuk tujuan inovasi umat bahwa pemanfaatan tekhnologi canggih tidaklah terlarang dalam Islam,. Hal ini beralasan kepada firman Allah SWT, sebagai berikut :
Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintsai) bumi dan langit,
maka li ntasilah dan kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan
(Q. S. Ar-Rahman : 33)
… Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan dan suatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
(Q. S. Ar-Ra’ad : 11)
Selanjutnya untuk tujuan renovasi umat, Muhammad Al-Buraey mengingatkan agar kemajuan dan kecanggihan dunia yang diperoleh tidaklah boleh menggeser keabsolutan doktrin-doktrin Islam yang sudah baku, Seperti : soal Aqidah, soal ibadah, soal hukum halal haram dan lain-lain.
Sebagai alasan dari tujuan renovasi ini adalah firman Allah SWT, sebagai berikut :
Sebagai Sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu. Kamu sekali-kali tidak akan menemukan
perubahan bagi sunnatullah itu (QS. Al-Fath : 23)
Kendala Pergaulan, Sebagai Bahan Renungan
Ada suatu fenomena yang sangat mengejutkan dan mengerikan bahwa fakta menunjukkan bahwa hasil penelitian yang pernah ditayangkan di salah satu acara televisi, bahwa 40 % remaja putri di DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah tidak gadis lagi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah lain kisaran 35-50 % bahkan di Bali dan daerah Papua, NTT dll ada yang lebih dari 50 %., Astaghfirullah…
Tentu dampak tersebut sebagai imbas dari terlampau bebasnya sarana teknologi dan sarana komunikasi, dengan Internet, Facebook, Twitter dll. Bukankah jika sarana ini tidak dikuasai dengan benar pemanfaatannya akan berimbas kepada runtuhnya moralitas bangsa dan Agama?
Pembinaan generasi muda, khususnya remaja adalah menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak dan harus di mulai dari diri kita, keluarga, kerabat terdekat lalu kepada lingkungan di sekitarnya
Hai orang-orang yang beriman, Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…
(QS. QS. At-Tahrim : 6))
Pembinaan yang dimaksudkan dalam hal ini ini adalah dengan aktivitas bimbingan dan arahan sekaligus pencegahan dari berbagai tindak dan perilaku remaja yang dapat mengakibatkan turunnya harkat dan martabat.
Sejalan dengan itu Rasulullah SAW, bersabda :
Siapa yang melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka rubahlah dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman. (Diriwayatkan oleh Muslim)
Upaya Menyikafi Moralitas Remaja
Mengatasi tindak dan prilaku moral remaja yang rusak ditempuh dengan tahapan-tahapan yang disesuikan dengan kondisi fisiologis dan psikologis remaja. Maka pada saat mana dan metode apa pembinaan itu diperlukan bagi remaja yang sedang memuncak berbagai problem hidup.
Untuk pemanfaatan metode pembinaan remaja itu bagi SMK ITF memakai berbagai variasi dengan formulasi antara Ilmu teoritis di bidang IPTEK dengan Praktek-prakteknya dan Penanaman Dasar Islam Terpadu secara apik dan strategis
PUTRA-PUTRI KITA YANG TELAH MEMASUKI USIA REMAJA
MAU DIBAWA KEMANA…….?
MAU DIWARNAI APA………………….?
Anak Kita yang telah memasuki usia pendidikan SLTA sangatlah Rawan….
Berhati-hatilah……!
Fasilitas di zaman kini memang sangat mempesona
Anak Remaja kita bisa larut terbawa dampak teknologi dan Pergaulan Bebas di zaman global ini. Oleh karenanya :
SMK Islam Terpadu Fatahilah Solusinya
Didalamnya, kami akan menggodok dan mempersiapkan Siswa bekal dalam 2 hal :
Missi I :
Menanamkan pondasi Iman, Islam, Akhlak & Taat Bweribadah yang Kuat melalui Perndidikan Islam Terpadu (Bidang Akidah, Akhlak, Al-Qur’an, Fiqih & Syariah yang diformulasi secara terpadu)
Missi II :
Pembekalan Keterampilan (Dengan Dasar Teori Keilmuan) sebagai pegangan kehidupan di dunia yang sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman
Ada 2 (dua) Program Keahlian sebagai Skill Siswa yang kami tawarkan
• Program Studi :
Teknik Komputer & Informatika (Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak Komputer/Elktronik)
• Program Studi :
Bisnis Management/Bidang Keuangan (Program Perbankan Syariah)
SMK Islam Terpadu Fatahilah Menjadi tempat yang nyaman untuk Putra Putri Anda menimba Ilmu, M emiliki Basic Keterampilan, Mendapat Pembinaan Nilai-nilai Islami & Menata Ukuwah antar Umat dalam pergaulan Islami. Bergabunglah bersama kami : DAFTARKAN DIRI ANDA (Para Lulusan SMP/MTs. atau Lulusan Paket B) ATAU PUTRA PUTRI ANDA pada LEMBAGA KAMI (Disediakan Asrama Bagi yang Jauh)
Essensi Pembinaan Remaja di SMK ITF Kampus I Pangkalan Ciawigebang
Ada banyak bentuk macam pembinaan dalam praktek keseharian di lingkungan masyarakat, antara lain :
a. Pembinaan dengan maksud pendidikan
Pendidikan adalah segenap aktivitas orang dewasa terhadap anak yang belum dewasa untuk membawa anak mencapai kedewasaan atau memiliki kepribadian yang utuh.
Kepribadian sebagai salah satu tujuan utama dari proses pendidikan. Kendatipun demikian kata kepribadian hanya mudah diucapkan masih terlalu sulit dicari arti yang eksis.
Prof. Ali Al-Qoadhi mendefiniskan kata kepribadian sebagai berikut :
Kepribadian adalah suatu system yang sempurna dari sekumpulan sifat khusus berkenan dengan cita-ciat, masyarakat, tanggapan dan jasmaniah, baik yang aktif secara timbale balik dam segala situasi dan kondisi dan sejalan dengan norma-norma masyarakat lingkungan hidup seseoarang.
Jadi kepribadian itu adalah sekumpulan potensi jasmaniah dan rohaniah yang mampu berperan secara aktif dan timbal balik antara kepentingan pribadi dan social dalam segala segi kewhidupan sesuai dengan situasi dan kondisi di mana si anak berada.
b. Pembinaan dengan maksud Bimbingan
Baik buruk, aktif dan pasipnya seseorang terutama para remaja banyak bergantung kepada berhasil atau tidaknya bimbingan diberikan. Tindakan preventif, kuratif atau represif merupakan bimbingan yang sangat tepat untuk para remaja. Dalam hal ini operasionalnya lebih ditekankan pada bidang vocasional (keterampilan) yang harus dikuasai oleh para Remaja.
Prof. H. M. Arifin M Ed. Mengemukakan pendapat sebagai berikut :
Bimbingan penyuluhan bidang Vocasional, yaitu bimbingan dan penyuluhan yang berhubungan dengan masalah jabatan atau pekerjaan/kekaryaan yang perlu dipilih oleh murid sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing untuk sekarang maupun yang akan datang…. Hal tersebut perlu mendapatkan tekanan perhatian dari yang bersangkutan agar supaya di kemudian hari tidak mengakibatkan prustasi serta kegagalan dalam pelaksanaan hidup.
Menyimak dari keterangan tadi dapatlah kita fahami bahwa membina remaja berarti membimbing remaja, baik sebagai upaya preventif, represif, kuratif ataupun rehabilitatif. Bimbingan tersebut menyangkut potensi-potensi : jasmani, tradisi budaya, intelektual, kerja dan profesi atau pula moral dan agama.
c. Pembinaan dengan maksud Pembangunan
1. Pembinaan Mental Keagamaan Remaja
Yang dimaksudkan pembinaan mental keagamaan bagi para remaja adalah menanamkan dan atau memupuk jiwa keagaman bagi para remaja. Bagi para remaja yang masih kosong dengan jiwa keagamaannya, maka upaya memberikan pengaruh dan mengisi dengan konsep-konsep ajaran agama merupakan garapan dari pembinan. Demikian pula bagi mereka yang telah terisi dengan ajaran-ajaran agama, maka penanaman rasa konsekwen dan antusias terhadaap penerapan ajaran agama di segala segi kehidupan mereka.
Kaitannya dalam kasus kenakalan remaja, pembinaan mental keagamaan merupakan salah satu tindak preventif, kuratif dan represif dan bukan rehabilitatif.
Lebih luas lagi, dalam era tinggal landas di zaman tekhnologi maju ini segala kreativitas perlu diarahkan sekaligus perlu difilter dengan agama. Sebab kehidupan yang sangat sensitive bagi para remaja akan lebih mudah tergiur dengan pengaruh zaman yang membawa kepada stagnasi Iman. Dengan demikian pembinaan mental keagamaan di sini bukanlah berarti mengkerdilkan potensi dan kreativitas remaja, melainkan memupuk dan mengembangkan potensi itu dengan diwarnai konsep-konsep kewahyuan (agama). Dalam hal ini metode yang sebijaksana mungkin perlu diterapkan.
2. Bentuk Oprasional Pembinaan Mental Keagamaan Remaja
a) Kegiatan Intra Kurikuler
Kegiatan ini lebih dititik beratkan pada tujuan/maksud pengembangan serta pembinaan pribadi dan Intelektual. Disamping menggunakan kurikulum dan metode yang sudah umum digunakan distiap sekolah, di SMK ITF ini mencoba memanfaatkan metode baru, yaitu : Insersi dan Wrapping.
Metode Insersi (Innsertion methoda) & Metode Wrapping (Wrapping Methode) merupakan cara strategis dalam pembinaan keagamaan. Kedua metode ini merupakan metode politis yang diadopsi dari kaum missionaris Kristen dalam menyebarkan agamanya di Barat.
b) Kegiatan Ko-Kurikuler
Adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menunjang kegiatan Intrakurikuler. Bagi SMK ITF ’ berkeinginan agar penguasaan para pelajar tidak hanya kognitif (pengetahuan) saja, akan tetapi appektf (pemahaman) dan pengalaman (psilomotorik) lebih penting lagi.
Sebagai realisasi dari kegiatan ko-kurikuler itu, SMK ITF mengadakan praktek-praktek dan training-training di luar jam pelajaran. Meliputi : Bimbingan Tilawatil Qur’an, Peraktek Ibadah, Belajar Kitab Kuning, Latihan Berpidato, Belajar Bahasa Arab, Belajar Seni Kaligrafi dan keterampilan-keterampilan lainnya.
c) Kegiatan Ekstarkulikuler
Kegiatan ini bersifat pengembangan bakat dan hobby para pelajar. Dalam hal ini SMK ITF sangat serius membinanya, mengingat pada diri remaja banyak sekali berbagai macam potensi yang terampil baik urusan material ataupun urusan spiritual.
Kegiatan Ekstra Kurikuler dapat diarahkan kepada : Kepanduan/Kewiraan, Kewanitaan, Kajian Keislaman, Berbagai Kegiatan Seni & Olah raga, dll.
Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang- orang mukmin yang mengerjakan amal shleh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar (Q. S. Al-Isra : 9)
*) Penulis adalah seorang Pengamat & Ahli Administrasi Publik dan Pelaku Pendidikan/ Dosen Salah Satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Kuningan. Sekarang diminta bantuan merancang Penyelenggaraaan SMK Islam Terpadu oleh Panitia/Tim 19.Contak Person : 085 224 374 941


